Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Makan Upil Bermanfaat? | detikHealth

Jakarta, Dokter spesialis paru-paru asal Austria Prof Dr Friederich Bischinger pernah menyarankan orang untuk makan upil (kotoran hidungnya) sendiri karena diklaim bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Penemuan Prof Bischinger tahun 2004 itu sempat menjadi kontroversial. Banyak orang awam dan paramedis yang menolak mentah-mentah teori Prof Bischinger dan mengatakan teori itu tidak masuk akal.

Alasannya upil adalah kotoran yang menjijikkan karena lendir kering itu justru menjadi sampah karena berbahaya masuk dalam tubuh. Jika makan upil sama saja dengan makan semua organisme atau bakteri yang harusnya dikeluarkan melalui hidung. Tapi menurut Prof Bischinger mengupil dengan menggunakan jari-jari sendiri adalah sesuatu yang sehat, menyenangkan dan lebih sesuai dengan tubuh manusia.

"Mengupil dengan menggunakan jari sendiri tentunya bisa menjangkau tempat yang tidak bisa dicapai jika menggunakan sapu tangan. Selain itu juga bisa menjaga hidung agar tetap bersih," ujar Prof Bischinger, seperti dikutip dari DailyTimes..

Upil itu sendiri terbentuk dari kotoran yang masuk ke dalam lubang hidung melalui proses pernapasan. Debu dan kotoran yang masuk ke hidung ini akan disaring oleh filter atau bulu-bulu hidung. Kotoran yang tidak tersaring akan ditangkap oleh lendir yang ada dihidung. Lama kelamaan lendir ini akan mengeras dan terbentuklah upil.

"Makan upil kering adalah cara yang bagus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Secara medis itu masuk akal dan hal yang wajar untuk dilakukan. Dalam sistem kekebalan, hidung adalah filter yang menyaring banyak bakteri menjadi satu dan ketika campuran ini tiba di usus akan bekerja seperti obat," kata Prof Bischinger.

"Obat moderen selalu berusaha untuk melakukan hal yang sama dengan metode yang jauh lebih rumit, orang-orang yang mengupil dan memakannya secara alami mendorong sistem kekebalan tubuh mereka secara cuma-cuma," imbuhnya.

Mengupil merupakan kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran. Hal ini tentu saja membuat seseorang bisa bernapas lebih baik karena tidak ada yang menghalangi jalur pernapasan.

Prof Bischinger menunjukkan saat masih kecil anak-anak senang untuk mengupil hidungnya sendiri. Tapi saat beranjak dewasa kebiasaan ini mulai terhalang oleh adanya tekanan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut adalah suatu tindakan menjijikkan dan anti-sosial.

Hasil ini memang cukup mencengangkan, karena selama ini orang menganggap kalau upil adalah suatu kotoran yang harus dibuang dan bukan untuk dikonsumsi. Tapi bagi Prof Bischinger, upil juga bisa bertindak sebagai vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta mengaku tidak bisa memberikan komentar apakah penemuan ini terbukti menyehatkan atau tidak. Namun diakui Dr Agus bahwa Prof Bischinger adalah orang yang sangat disegani di dunia medis karena banyak penemuannya yang bermanfaat.

"Banyak teori-teori bedah sinus berasal dari penemuan Prof Bischinger, tapi kalau masalah manfaat upil saya belum paham," kata Dr Agus ketika dihubungi detikHealth.

Tapi pada dasarnya lanjut Dr Agus, tubuh manusia diciptakan sempurna dengan sistem pertahanan yang canggih dan berlapis-lapis. Mulai dari bagian luar hingga bagian dalam terdapat sistem pertahanan tubuh masin

Minggu, 15 April 2012

Kelumpuhan Kini Banyak Disebabkan Sakit GBS

Jakarta, Polio merupakan momok penyakit karena dapat menyebabkan kelumpuhan, sulit bernapas bahkan kematian. Namun setelah era penyakit polio berakhir, kini penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS) yang menjadi penyebab tersering kelumpuhan.

"GBS penyebab kelumpuhan utama setelah periode polio (lumpuh layu)," jelas Dr. Manfalutfy Hakim, Sp.S (K), Kepada Divisi Neurofisiologi Klinik dan Penyakit Neuromuskular, Departemen Neurologi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Press 'Mewaspadai Penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS) dan Myasthenia Gravis (MG), di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Guillain-Barre Syndrome (GBS) merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris.

Penyakit langka GBS merupakan penyakit autoimun, artinya antibodi tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan zat asing seperti virus, justru menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Risiko terberat GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita harus menggunakan ventilator, terkena infeksi paru dan sepsis akibat imobilisasi lama.

"Gejalanya mirip dengan polio, yaitu kesemutan di ujung-ujung jari kaki atau tangan. Tapi kalau polio terjadi di satu sisi tubuh, kanan atau kiri saja. Tapi kalau GBS terjadi simetris, di kedua sisi tubuh, kanan dan kiri," jelas Dr Manfalutfy.

Setelah kesemutan di kedua ujung tangan atau kaki, lanjut Dr. Manfalutfy, serangan akan naik ke atas hingga akhirnya dalam selang 1 atau 2 minggu dapat menyebabkan sulit berjalan dan kelumpuhan.

"Semakin cepat jarak antara kesemutan dan kelumpuhan, maka akan semakin berat kecacatan yang ditimbulkan. Artinya saraf yang rusak lebih berat dan antibodinya lebih kuat," ujar Dr. Manfalutfy.

Biasanya sebelum kesemutan di kedua sisi tubuh terjadi, pasien akan mengalami infeksi seperti diare atau radang tenggorokan.

"Jadi perlu diwaspadai kalau Anda mengalami kesemutan di kedua kaki atau tangan, dan diingat-ingat beberapa minggu sebelumnya pernah diare, segera konsultasikan dengan dokter jangan ditunda-tunda. Karena semakin cepat ditangani, peluang kecacatan yang ditimbulkan GBS akan semakin kecil," tutup Dr. Manfalutfy.

detik.com

Obati Diare Agar Tak Berkembang Jadi Penyakit Langka GBS

Jakarta, Diare memang bisa diderita siapa saja. Namun bila terserang infeksi yang menyebabkan diare, sebaiknya segera ditangani dengan baik agar tidak berkembang menjadi penyakit langka Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Guillain-Barre Syndrome (GBS) merupakan gangguan imunologi yang menyebabkan kelainan saraf perifer sehingga terjadi kelumpuhan ekstremitas secara asenden dan simetris.

Penyakit langka GBS merupakan penyakit autoimun, artinya antibodi tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan zat asing seperti virus, justru menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Risiko terberat GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan sehingga penderita harus menggunakan ventilator, terkena infeksi paru dan sepsis akibat imobilisasi lama.

"Gejala klinis GBS adanya kesemutan simetris (di ujung kedua kaki kanan dan kiri atau tangan kanan dan kiri) yang berlangsung sangat cepat dan berkembang menjadi kelumpuhan," jelas Dr. Manfalutfy Hakim, Sp.S (K), Kepada Divisi Neurofisiologi Klinik dan Penyakit Neuromuskular, Departemen Neurologi FKUI-RSCM, dalam acara Konferensi Press 'Mewaspadai Penyakit Guillain-Barre Syndrome (GBS) dan Myasthenia Gravis (MG), di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (13/4/2012).

Sebelum adanya gejala tersebut, lanjut Dr Manfalutfy, 4 sampai 6 minggu sebelumnya si pasien akan didahului oleh infeksi seperti diare, demam atau radang tenggorokan.

Kuman yang ada di tubuh dan menyebabkan infeksi itu akhirnya memicu antibodi. Ada bagian tertentu dari bakteri yang memicu antibodi untuk melawan tubuh sendiri.

Tapi tidak semua kuman infeksi dapat memicu timbulnya GBS. Menurut Dr Manfalutfy, infeksi saluran cerna berhubungan dengan infeksi bakteri C. Jejeni, sedangkan diare biasa lebih banyak disebabkan oleh Rotavirus. Namun gejala diarenya tidak bisa dibedakan secara awam.

"Sama seperti diare biasa. Artinya kalau Anda mengalami diare harus ditangai dengan baik dan diobati dengan tepat, agar kuman-kuman yang tertinggal tidak memicu GBS," tutup Dr Manfalutfy.

detik.com

Minggu, 04 Maret 2012

Jangan Minum Air Mentah | Coba2aja


Giardia lamblia dari mikroskop
Nah ini peringatan bagi orang yang suka minum air mentah . 
     Kurang lebihnya seperti ini Giardia lamblia adalah salah satu jenis protozoa dan ditemukan di seluruh penjuru dunia.Bahkan protozoa ini ditemukan juga di perairan pegunungan di wilayah Amerika .
     Lebih dari 40 jenis hewan yang hidup di daerah pelabuhan ditemukan adanya jenis protozoa tersebut di dalam usus halusnya . Kehadiran Giardia dalam usus halus dapat memyebabkan diare,nyeri pada perut dan muntah. Untuk itu jangan minum air pegunungan secara langsung.Cara yang terefektif untuk menghilangkan protozoa tersebut adalah dengan menggunakan saringan khusus yang dapat menyaring benda berukuran 1 mikrometer.Selain itu , sebaiknya air itu dimasak sampai mendidih , paliang tidak 5 menit sebelum diminum.

   Selain itu ada juga jenis protozoa lainnya,Entamoeba hystolytica,merupakan penyebab penyakit diare yang lebih dikenal dengan nama disentri.Ini juga karena meminum air yang telah terkontaminasi .Jika hendak melakukan perjalanan sebaiknya pastikan dulu dengan ahlinya(dokter). Infeksi ini dapat dicegah dengan antibiotik anti protozoa.