Tampilkan postingan dengan label Tempat Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Unik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2012

Restoran tanpa anak-anak

Sebuah restoran bernama McDains di Monroeville melarang anak berusia di bawah enam tahun masuk ke dalam restoran tersebut."Ini bukan tempat anak-anak, banyak restoran yang memperbolehkan anak-anak untuk masuk dan dengan harga makanan yang lebih murah," ujar pemilik Restoran McDains Mike Vuick seperti dikutip News Core, Rabu.Pelarangan dibuat karena anak-anak cenderung berbuat gaduh dan mengganggu para pelanggan.
Tempat duduk anak-anak enam tahun dan lebih tua
Restoran yang terletak sekira 22 kilometer dari Pittsburg itu mencoba untuk menampilkan kemewahan, ketenangan, dan gaya yang kasual. Restoran McDains juga tidak menawarkan menu makanan untuk anak. "Tidak ada masalah dengan anak-anak, yang menjadi masalah adalah anda tidak akan dapat mengatur mereka," tegas Vuick. Masyarakat menyikapi kebijakan dari Restoran McDains. "Saya rasa ini ide yang baik banyak orangtua yang tidak dapat mengontrol anak-anaknya," ujar Rob yang menulis dalam sebuah blog.Vuick juga menyatakan, dirinya tidak akan takut akan rugi akibat mencetuskan kebijakan ini.


Kota Pemabuk

Cape Town.Lebih dari 50 persen penduduk Cape Town mengkonsumsi alkohol dan sepertiganya melakukan hal-hal yang menyalahi aturan akibat mabuk.Kota di Afrika Selatan itu dijuluki ibukota pemabuk.Data statistik itu merupakan hasil survey departemen kesehatan.Minuman beralkohol tidak hanya menimbulkan masalah bagi orang dewasa namun juga pelajar sekolah menengah.

Penyalahgunaan alkohol pada anak sekolah lebih parah dibanding obat-obatan terlarang.Sekitar 66 % siswa kelas tiga SMP hingga SMA mengkonsumsi minuman keras.Seperempat dari mereka mengaku pesta minuman beralkohol dua pekan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

"Agak mencengangkan karena hanya dua persen diantara para pelajar itu yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang," demikian hasil penelitian itu.Penelitian menyimpulkan bahwa kekerasan, kesehatan mental dan HIV/AIDS menyebabkan setengah dari populasi Cape Town menenggak minuman keras.

"Setelah mabuk biasanya mereka membuat kekacauan, kekerasan yang membuat stress," kata Joanne Corrigall, pejabat dari departemen kesehatan.Akses mendapat minuman beralkohol amat mudah. Harga bir sama dengan minuman ringan."Iklan minuman beralkohol juga memainkan peran," kata Corrigall.
"Kemana pun anda pergi, alkohol diiklankan tanpa peringatan akan bahaya dan dan konsumsi yang tidak bertanggungjawab," katanya.Ada sekitar 300 kematian setiap bulan terkait dengan konsumsi alkohol di Afrika Selatan.