Tampilkan postingan dengan label ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

26 Penemuan Besar Ilmuwan Muslim

Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk ”Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.”  The Independent menyebut sekitar 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim yang mampu mengubah peradaban umat manusia.

1. Kopi
Kopi pasti sangat kita kenal, minuman hitam sebagai penahan rasa kantuk ini atau sebagai pelengkap sarapan di pagi hari. Bahkan sekarang banyak kopi yang di campur dengan cream, susu, ataupun bahan lainnya sehingga minum kopi lebih banyak pilihannya. Tapi siapa yang pertama kali memulai kebiasaan minum kopi ini?

Cerita berawal dari seorang Arab bernama Khalid yang menggembala kambing-kambingnya di wilayah bernama Kaffa, Ethiopia Selatan. Ia mencatat bahwa hewan-hewan peliharannya mejadi lebih lincah setelah memakan biji-bijian tertentu. Selanjutnya dia merebus biji-bijian tersebut menjadi sebuah kopi yang pertama. Untuk pertama kalinya tercatat minuman berbentuk serbuk yang diekspor dari Ethiopia ke Yaman, dimana para Sufi biasa meminumnya agar bisa terjaga sepanjang malam untuk beribadah pada waktu-waktu tertentu. Pada akhir abad ke-15, bubuk kopi telah mencapai Mekah dan Turki, dan selanjutnya merintis jalan hingga ke Venica pada tahun 1645. Kopi dibawa ke Inggris pada tahun 1652 oleh seorang berkebangsaan Turki bernama Pasqua Rosee yang pertama kali membuka kedai kopi di Lombard Street di kota London. Pengucapan qahwa (kopi dalam bahasa Arab) akhirnya menjadi kahve (dalam bahasa Turki), selanjutnya menjadi caffé (dalam bahasa Italia) dan akhirnya menjadi coffee (dalam bahasa Inggris).

Abbas Qasim Ibnu Firnas (Penemu Konsep Pesawat Terbang)

Iustrasi Percobaan Ibnu Firnas
Abbas Qasim Ibnu Firnas (di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).
Pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.